preloader
  Back   

KEPASTIAN DALAM YESUS

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku" (Yohanes 14:1)

Perkataan Yesus ini disampaikan kepada murid-murid-Nya pada saat mereka sedang menghadapi ketidakpastian. Mereka mendengar bahwa Yesus akan pergi meninggalkan mereka, sehingga hati mereka dipenuhi kegelisahan dan kebingungan. Namun di tengah situasi itu, Yesus tidak memberikan janji bahwa hidup akan selalu mudah. Sebaliknya, Ia mengarahkan mereka untuk percaya kepada Allah dan kepada diri-Nya.

Kegelisahan sering menjadi bagian dari kehidupan kita. Kekhawatiran tentang masa depan, pekerjaan, keluarga, kesehatan, atau berbagai persoalan lainnya dapat membuat hati menjadi tidak tenang. Dalam keadaan seperti itu, Yesus mengundang kita untuk mengalihkan fokus dari masalah kepada Pribadi yang memegang kendali atas hidup kita. Iman bukan berarti kita memahami semua jawaban, tetapi percaya bahwa Tuhan tetap bekerja sekalipun kita belum melihat hasilnya.

Yesus juga memberikan pengharapan yang indah: di rumah Bapa ada banyak tempat tinggal, dan Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ini menunjukkan betapa berharganya kita di mata Tuhan. Keselamatan dan kehidupan kekal bukanlah sesuatu yang samar atau tidak pasti, melainkan janji yang telah dipersiapkan oleh Kristus sendiri.

Lebih dari itu, Yesus berjanji bahwa Ia akan datang kembali dan membawa umat-Nya bersama dengan Dia. Janji ini mengingatkan kita bahwa dunia ini bukan tujuan akhir kita. Sebagai orang percaya, kita memiliki pengharapan yang melampaui segala kesulitan dan penderitaan yang ada saat ini.

Karena itu, ketika hati mulai gelisah, marilah kita mengingat kembali janji Tuhan. Dia tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Masa depan kita ada di tangan-Nya, dan tempat yang kekal telah dipersiapkan bagi kita. Dengan demikian, kita dapat menjalani setiap hari dengan damai, penuh iman, dan pengharapan yang teguh di dalam Kristus. (SLS)

Share