preloader
  Back   

PAKAIAN PESTA

(Matius 22:11-12)

Untuk menghadiri suatu pesta, biasanya orang akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghormati yang punya pesta. Salah satu yang utama adalah pakaian yang akan dikenakan. 

Akhir-akhir ini banyak Hamba Tuhan yang menyampaikan pesan bahwa kedatangan Yesus kedua kali yang sudah semakin dekat. Di mana dikatakan bahwa Yesus akan menjemput mempelai-Nya. Dan kita yang adalah mempelai-Nya juga harus mempersiapkan pakaian pesta kita.

Apa yang dimaksud dengan pakaian pesta yang tertulis di Matius 22 ayat 11 dan 12 ini? Makna pakaian pesta ini ada di dalam Yesaya 61:10: "Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya". 

Pertama, Pakaian Keselamatan (dikenakan oleh anggota umat yang ditebus Allah). Saat kita bertobat dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, kita menanggalkan "manusia lama" kita yang penuh dosa dan mengenakan "manusia baru" yang sudah diampuni dosa-dosanya dan dibenarkan. Ini bukan usaha kita, tapi karena kasih karunia Tuhan: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2:8-9). 

Kedua, Pakaian kebenaran, yang dikenakan oleh orang yang hidup menurut standar Allah. Di dalam kitab Wahyu 3:4 dikatakan bahwa orang-orang benar (tidak mencemarkan pakaiannya) akan memakai pakaian putih dari lenan halus. 

Siapakah orang-orang benar itu?
* Orang yang hidup dengan menjaga kekudusan. Selama kita hidup di dunia ini, kita tidak mampu menjaga kekudusan dengan usaha kita sendiri. Tapi melalui persekutuan yang erat dengan Tuhan, melalui Firman Tuhan yg kita baca atau dengar, Roh Kudus akan menegur dan mengingatkan kita saat kita melakukan kesalahan atau dosa. Karena itu perlu ada waktu untuk berdiam diri di hadapan Tuhan dan bertobat setiap hari. 
* Orang yang memiliki karakter Kristus yaitu hati yang lemah lembut dan rendah hati. Seperti teladan Kristus di mana di dalam hidup-Nya ada ketaatan, berani bayar harga dan tidak mempertahankan hak/rela berkorban. Karena melakukan kehendak Bapa dan kasih-Nya kepada manusia.
* Orang yang hidup dalam kebenaran 
Hidup dalam kebenaran adalah hidup mengikuti perintah Tuhan Yesus. Karena di dalam Yoh. 14:6 dikatakan: 
"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
* Orang yang hidupnya berjaga-jaga. Orang yang berhati-hati dengan kebohongan orang-orang dunia, tidak terjebak dan ikut di dalamnya, hanya sekadar mencari penghargaan dan penghormatan manusia. Serta tidak membuka celah bagi si jahat.
* Orang yang bersyukur dan menyatakannya dalam tindakan. Mau melayani dengan segenap hati sebagai ungkapan dari rasa syukurnya karena Tuhan sudah mengasihinya.

Sesuai dengan perumpamaan perjamuan kawin di dalam Matius 22 ayat 11, bahwa menurut adat Yahudi, pakaian pesta itu disediakan oleh Pemilik pesta. Demikian juga pakaian pesta (keselamatan dan kebenaran) itu sudah diberikan cuma-cuma oleh Tuhan Yesus pada kita. 

Orang yg tidak memakai pakaian pesta itu  bisa karena :
* Menolak/tidak percaya pada karya penebusan Yesus. 
* Sudah menerima pakaian pesta, tapi dengan tipu daya dunia/si jahat hingga rela melepaskan pakaian itu. Tidak mau hidup dalam kebenaran tapi lebih ikut dunia.
* Memang tidak ada persiapan mengikuti pesta tersebut. Merasa sudah layak untuk hadir di pesta itu.
Orang yg demikian adalah orang yang tidak menghormati Pemilik acara yaitu Tuhan dan berakhir dengan diusir dan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap yaitu neraka.

Bagaimana dengan kita? 
Semua orang diundang masuk ke dalam pesta, tapi tidak semua menerima undangan tersebut. Kepada kita yang sudah menerima undangan dan sudah diberikan pakaian pesta serta pakaian kebenaran itu, pilihan ada di tangan kita. Mari kita meresponi dengan benar. Sudah saatnya kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Fokus pada kekekalan dan bukan dunia. Mengerjakan tugas dan mempergunakan kesempatan di dalam pelayanan. Tidak suam-suam kuku. Bahkan meninggalkan atau menunda pelayanan karena kesibukan dunia lainnya atau alasan apapun. Setiap orang akan bertanggung jawab atas hidupnya masing-maaing. Dari Firman Tuhan yang kita baca hari ini, kita diingatkan bahwa bukan hanya kehadiran kita yang penting. Tapi persiapan kita juga penting. Bukan hanya percaya, tapi apakah kita sungguh-sungguh mengenakan manusia baru dan hidup menurut standar Tuhan? Itulah yang menentukan kita layak atau tidak tetap ada di dalam pesta tersebut. Kita harus menjaga dan mengerjakan keselamatan kita dan selalu berjaga-jaga, agar kita tidak tertinggal dan kita dinyatakan layak untuk ikut dalam Pesta Pernikahan Anak Domba Allah, Amin. (VG)

Share