Back   
BERSIKAP RENDAH HATI
Jangan berlagak di hadapan raja, atau berdiri di tempat pembesar. Karena lebih baik orang berkata kepadamu: “Naiklah ke mari,” dari pada engkau direndahkan di hadapan orang mulia"" (Amsal 25:6-7)
Pernahkah Anda dalam sebuah acara disalahdudukkan di tempat undangan VIP yang seharusnya bukan kursi Anda, kemudian diminta untuk meninggalkan kursi tersebut? Bagaimana rasanya? Tentu malu bukan? Apalagi jika semua mata tertuju kepada kita. Oleh karena itu ketika Anda diantar ke tempat duduk dalam sebuah acara pastikan nomer kursi yang tertera pada undangan sesuai dengan tempatnya, untuk menghindari rasa malu karena salah tempat.
Namun ada juga orang yang dengan sengaja menyerobot tempat duduk orang lain demi mendapatkan posisi yang strategis dan ingin dianggap orang penting. Firman Tuhan hari ini mengingatkan agar lebih baik dipersilakan untuk menempati posisi terhormat daripada diminta untuk meninggalkan tempat tersebut.
Inti ayat bacaan di atas adalah hendaknya kita memiliki sikap yang rendah hati seperti Kristus yang tidak memandang kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, namun Ia memilih taat sampai mati di kayu salib, misi yang diembanNya dari Allah Bapa. Karena itu Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama (Filipi 2:8-9). Keangkuhan dan kesombongan justru akan dipandang rendah karena mempermalukan diri sendiri dan mendatangkan cemooh.
Yesus Kristus selama melakukan pekerjaan-Nya di bumi ini selalu bersikap rendah hati yang merupakan karakter-Nya. Walaupun Ia adalah Allah namun Ia memilih lahir di kandang binatang, dibaringkan di dalam palungan yang jauh dari kemewahan dunia apalagi Ia menyandang gelar Raja di atas segala Raja yang seharusnya memilki fasilitas yang mewah.
Kematian-Nya pun dilakukan dengan cara menjalankan penghukuman yang paling hina yaitu disalib walaupun tidak dijumpai kesalahan padaNya. Mengapa Ia melakukan semua ini ? Demi kasihNya kepada kita manusia berdosa. Karena kerendahan hatilah maka kita semua memperoleh keselamatan kekal. Bayangkan jika Yesus menolak misi Allah untuk menyelamatkan manusia, maka neraka kekal yang menjadi tempat kita. Ketaatan-Nya cerminan kerendahan hati-Nya.
Lakukan firman Tuhan pada hari ini, janganlah merasa diri penting tetapi ikutilah teladan Kristus. Bersikaplah rendah hati seperti Dia, maka Allah akan meninggikan kita pada waktunya, percayalah. (AD)