Back   
TUHAN ADALAH BAGIAN WARISAN KITA
(Yosua 13:8-33)
"Tetapi kepada suku Lewi Musa tidak memberikan milik pusaka: TUHAN, Allah Israel, Dialah yang menjadi milik pusaka mereka, seperti yang dijanjikan-Nya kepada mereka" (Yosua 8:33)
Di dunia ini, banyak orang mengejar “warisan” berupa harta, jabatan, tanah, atau keamanan finansial. Bahkan ada juga yang melakukan segala cara demi mendapatkan warisan tersebut. Kita sering merasa hidup akan aman jika memiliki sesuatu yang bisa dipegang. Namun, bagaimana jika justru yang paling berharga bukanlah sesuatu yang kita miliki, melainkan siapa yang kita miliki?
Dalam Kitab Yosua 13:8–33, bangsa Israel menerima pembagian tanah sebagai warisan dari Tuhan. Setiap suku mendapatkan bagian yang jelas, yaitu: tanah, wilayah, dan sumber kehidupan. Namun ada satu suku yang berbeda: suku Lewi.
Ayat 33 menyatakan bahwa suku Lewi tidak mendapat bagian tanah seperti yang lain, sebab “Tuhan, Allah Israel, Dialah milik pusaka mereka.” Secara manusia, ini tampak seperti kerugian. Tidak ada tanah berarti tidak ada kepastian ekonomi. Tetapi justru di situlah letak keistimewaan mereka: mereka memiliki Tuhan sendiri sebagai bagian mereka. Artinya, warisan sejati bukanlah apa yang bersifat sementara, tetapi relasi dengan Allah yang kekal. Tuhan sendiri cukup menjadi sumber hidup, pemeliharaan, dan masa depan.
Mari kita periksa kembali apa yang menjadi “andalan” hidup kita. Apakah kita lebih bergantung pada materi daripada Tuhan? Selain itu, belajarlah melihat Tuhan sebagai sumber utama kepuasan. Ketika kita memiliki Tuhan, kita tidak pernah benar-benar kekurangan. Kemudian hiduplah dalam kepercayaan. Seperti suku Lewi yang melayani Tuhan tanpa tanah warisan, kita pun dipanggil untuk percaya bahwa Tuhan memelihara hidup kita. (YS)