Back   
IMAN YANG BERTAHAN DI TENGAH DUNIA YANG TIDAK PASTI
Dalam realitas dunia saat ini—ditandai dengan ketidakstabilan ekonomi, konflik global, percepatan teknologi, dan tekanan sosial yang semakin kompleks—iman tidak lagi diuji dalam situasi yang tenang, melainkan di tengah kebisingan dan ketidakpastian. Di sinilah iman yang bertahan menjadi sangat relevan.
Kisah Kaleb dalam Yosua 14:8 menunjukkan iman yang tidak luntur oleh waktu maupun keadaan. Di usia 85 tahun, ia tetap berani menuntut janji Tuhan yang diberikan puluhan tahun sebelumnya. Ia “mengikuti TUHAN dengan sepenuh hati” ("mille’ti acharei YHWH"), yang berarti memenuhi hatinya sepenuhnya dengan janji Allah. Di tengah dunia yang dipenuhi oleh banjir informasi, ketakutan global, dan tekanan dari media sosial, tantangan kita hari ini adalah menjaga hati agar tidak dipenuhi oleh kekhawatiran zaman. Iman yang bertahan menuntut disiplin untuk terus mengisi hati dengan kebenaran Tuhan, bukan dengan narasi dunia yang berubah-ubah.
Di sisi lain, Yohanes Pembaptis dalam Lukas 7:19–23 menunjukkan sisi lain dari perjalanan iman: pergumulan dan keraguan. Dari dalam penjara, ia bertanya apakah Yesus benar-benar Mesias. Ia tidak gagal dalam iman, tetapi bergumul karena ekspektasinya tidak sesuai dengan cara kerja Tuhan. Yesus menjawab dengan lembut dan mengingatkan, “Berbahagialah orang yang tidak tersandung karena Aku.” Kata “tersandung” ("skandalisthē") menggambarkan jebakan halus ketika seseorang kecewa karena Tuhan tidak bertindak sesuai harapan.
Kondisi ini sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini. Di era serba instan, kita terbiasa dengan kecepatan dan hasil cepat. Namun Tuhan sering bekerja melalui proses. Ketika jawaban doa tidak datang segera, kita mudah kecewa atau mulai meragukan. Iman yang dewasa adalah iman yang tidak menjadikan cara kerja Tuhan sebagai batu sandungan, tetapi tetap percaya pada karakter-Nya yang setia.
Akhirnya, iman yang bertahan adalah kombinasi dari hati yang terus dipenuhi oleh janji Tuhan dan kerendahan hati untuk menerima cara-Nya bekerja. Seperti Kaleb, kita dipanggil untuk tetap teguh dalam penantian. Seperti Yohanes, kita boleh jujur dalam keraguan, tetapi tetap datang kepada Tuhan. Di tengah dunia yang tidak pasti, iman sejati adalah memilih untuk tetap percaya bahwa Tuhan setia menggenapi janji-Nya pada waktu-Nya yang sempurna.
Aplikasi praktis: Batasi informasi negatif, isi hati dengan firman, tetap setia walau belum melihat hasil. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua! (JPT)