Back   
TUHAN TAHU
"Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik kepada-Ku"" (Matius 26:10)
Yesus sedang berada di Betania di rumah Simon si kusta lalu datanglah seorang perempuan mengurapi kepala-Nya dengan minyak wangi yang mahal. Reaksi para murid ketika melihat hal itu adalah timbul kegusaran dan menghakimi perbuatan perempuan itu dengan alasan bahwa minyak wangi itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya digunakan untuk membantu orang-orang miskin. Sebuah alasan yang tampaknya berempati dan heroik , namun Yesus mengetahui apa yang sebenarnya berkecamuk di dalam pikiran mereka. Yesus pun menegur mereka karena mencemooh perbuatan baik yang dilakukan oleh perempuan tersebut.
Berhati-hatilah dengan pikiran karena ia berada di tempat yang tersembunyi, bahkan tindakan dan perkataan pun dapat dilakukan secara berlawanan dengannya. Dalam peristiwa ini menunjukkan keilahian Yesus, Ia dapat melihat kedalaman hati dan pikiran manusia. Ia tahu motivasi apa yang tersimpan di dalam pikiran mereka. Orang lain tidak dapat membacanya, mereka hanya melihat apa yang tampak dari luar. Dengan membuat opini seperti itu para murid dapat menggiring orang lain untuk berpikir ke arah ucapan mereka. Yesus tahu pikiran para murid dan perempuan tersebut, Ia pun memuji perempuan itu. Yesus tahu motivasi wanita ini adalah percaya kepada-Nya sebagai yang diurapi oleh Allah dan menghormati-Nya.
Reaksi para murid menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada Guru mereka, mereka merasa Yesus tidak layak untuk menerima penghormatan yang sedemikian tinggi, mata mereka belum tercelik akan ke-Tuhanan Yesus. Untuk menutupinya mereka berdalih bahwa dengan menjual minyak wangi itu hasilnya dapat digunakan untuk membantu orang miskin. Kemunafikan mereka ini ditegur oleh Yesus karena menyusahkan orang yang berbuat baik dengan maksud yang benar.
Jagalah pikiran kita agar tetap berada di jalur yang benar, jangan mudah menghakimi orang lain karena kegusaran hati kita lalu menutupinya dengan hal yang tampaknya baik. Yesus tidak dapat dikelabui dengan penampilan luar, Ia tahu segala sesuatu yang sedang terjadi di dalam hati dan pikiran kita. Jangan menyusahkan orang lain yang berbuat baik dengan pernyataan yang menyakitkan, apalagi jika perbuatan baik itu ditujukan untuk memuliakan Tuhan. Setiap motivasi akan diuji oleh Tuhan, Ia tahu segala sesuatu dan Ia disenangkan oleh motivasi yang tulus. (AD)