Back   
JUST FOLLOW YOUR HEART?
“Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat” (Amsal 28:26)
Seberapa sering Anda mendengar orang bicara itu entah di dalam obrolan ringan maupun kelas motivasi oleh motivator terkenal. Apakah Anda setuju dengan pernyataan itu? Sebelum buru-buru berkata, “Ya” dan menganggukkan kepala mari kita teliti sesuai Firman Tuhan. Mengapa?
Bisa jadi mengikuti suara hati menuntun langkah kaki kita ke arah yang sesuai dengan "passion* kita dan mewujudkan apa yang menjadi "burning desire" kita. Namun, jika kita tergesa-gesa melakukannya, kita bisa melakukan tindakan gegabah yang membuat kita salah arah.
Itulah sebabnya, jika diperhadapkan masalah yang rumit yang membuat kepala mumet dan akhirnya membuat kita over thinking. Untuk menghindari itu, kita bisa memakai teknik "mindful breathing" yang dikembangkan oleh Mayo Clinic di Amerika sana. Caranya?
Tarik nafas sekitar 4 detik, tahan selama 4 detik juga lalu hembuskan selama 6 menit. Jika kita sedang berada di suhu yang cukup dingin—saya senang melakukannya saat winter—maka saat kita menarik nafas, kita menghisap udara yang terasa dingin di rongga hidung kita dan menghembuskan nafas yang terasa hangat di rongga penciuman kita. Saat kita menghembuskannya, saya menikmati sensasi nafas saya yang berubah menjadi uap, sehingga seakan-akan hidung saya menjadi corong yang mengeluarkan asap pada kereta api berbahan bakar kayu atau batu bara. Apa gunanya?
Dengan cara demikian perjalanan kita akan aman. Misalkan saja emosi atau hati Anda adalah gas yang membuat Anda melaku ke arah passion Anda, sedangkan logika menjadi rem yang menghambat laju kendaraan Anda karena di depan ada tikungan atau jurang yang dalam. Namun, yang utama dan terutama adalah jadikan ‘kendaraan’ Anda sehat lebih dulu. Mengapa?
Firman Tuhan mendefinisikan hati manusia: “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya” (Yer 17:9-10).
Dengan meminta Tuhan menyelidiki hati kita, berarti kita telah melakukan perawatan rutin atas ‘kendaraan’ kita, yaitu kehendak kita, sehingga kompasnya benar. Dengan memiliki logika—“Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2Kor. 10:5)—yang terus dipimpin Roh Kudus, kita memiliki peta yang benar.
Sobat bijak, marilah secara rutin kita melakukan general check up agar ‘mesin’ kita tetap terawat dan diri kita tetap sehat sehingga bisa mengambil keputusan yang baik dan benar. (XQP)
Doa: Bapa, ajar setiap kami untuk senantiasa menjaga kesehatan tubuh, jiwa, roh yang seimbang dan senantiasa mengkalibrasi apa yang kami anggap benar dengan Firman-Mu sehingga tervalidasi.