preloader
  Back   

TIDAK MENGHAKIMI, TETAPI INTROSPEKSI DIRI

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak menghakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi  dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Matius 7:1-2)

Pada umumnya manusia cenderung untuk melihat dan menilai segala sesuatu dari ukuran dunia. Yesus mengajarkan untuk kita tidak mudah menghakimi, tetapi belajar untuk introspeksi diri. Apa yang terjadi dalam kehidupan orang lain, justru kita bisa belajar untuk tidak jatuh di lubang yang sama, tanpa menghakiminya.

Mengapa Yesus melarang kita untuk tidak menghakimi?

Pertama, SUPAYA KITA TIDAK DIHAKIMI (ay. 1). Tidak ada manusia yang sempurna, pasti semua memiliki kekurangan dan pernah melakukan kesalahan. Karena itu tidak perlu mencari-cari kekurangan dan kesalahan orang lain. Lebih baik mulai memeriksa hati, pikiran dan perbuatan kita apakah seperti yang Tuhan kehendaki, daripada sibuk mencari celah orang lain.

Matius 7:3 berkata: “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?”

Kedua, UKURAN KITA YANG DIPAKAI (ay. 2). Apa yang kita tabur itulah yang akan dituai. Ukuran yang kita pakai untuk mengukur orang lain, akan diukurkan kembali kepada kita. Tabur tuai adalah ajaran tentang sebab-akibat dalam kehidupan.

Hosea 10:13 berkata: ”Kamu telah membajak kefasikan, telah menuai kecurangan, telah memakan buah kebohongan”.

Momen yang tepat mengakhiri tahun 2025 dan mengawali tahun baru 2026 untuk mulai introspeksi diri, tidak menghakimi orang lain, supaya kita tidak dihakimi. Dan tidak memakai ukuran dunia karena ukuran itulah yang diukurkan kepada kita. Mari setiap hari penuhi hati dan pikiran kita dengan semua yang dipikirkan oleh Yesus.

Filipi 4:8 mengingatlan: “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu”, AMIN. TUHAN YESUS MEMBERKATI. (MW)

Share