preloader
  Back   

SERUAN HIKMAT DAN RESPON MANUSIA

“Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya”
(Amsal 1:20)


Sahabat lama saya, Erni, yang tinggal di Perth, Australia, pernah cerita. Suatu kali dia lupa memakai seat belt. Tiba-tiba ada polisi di depan. Dia segera memasang sabuk pengamannya. Saat disetop, Erni pura-pura tidak tahu kesalahannya, “Apa salah saya?”
Polisi itu menjawab tegas, “Saya melihat Anda tadi tidak memakai sabuk pengaman. Begitu melihat saya, Anda segera memakainya.”
Erni menyerah untuk ditilang.

Seorang pengendara memasuki jalan yang bertanda ‘dilarang masuk’. Begitu masuk jalan itu, seorang polisi menghentikannya. “Apa Ibu tidak melihat tanda ini?” ujar polisi sambil menunjukkan tanda dilarang masuk.
“Oh saya melihat Pak Polisi,” jawab ibu itu, “tapi saya tidak melihat Bapak.”

Ibu di dua cerita di atas sama-sama melanggar lalu lintas dan sama-sama mencoba menghindar dari tanggung jawab, tetapi akhirnya dicelikkan matanya sehingga bertobat.

Sobat bijak, marilah kita belajar untuk menaati Firman Tuhan entah ada orang yang melihat atau tidak. Yang utama dan terutama, Tuhan senantiasa melihat kita. Mari beri Dia yang terbaik. (XQP)

Doa: Bapa, ajar dan ampuni aku jika selama ini aku lebih takut kepada manusia ketimbang kepada Tuhan. Saya bertobat dan tidak melakukan itu lagi.

Share