preloader
  Back   

BERJALAN BERSAMA KRISTUS SEPANJANG TAHUN 2026

Matius 17 menyajikan kontras yang tajam: kemuliaan surgawi di atas gunung dan realitas penderitaan di bawah kaki gunung. Memasuki tahun 2026, kita berada di zaman yang  serba cepat, di mana teknologi AI dan ketidakpastian global seringkali menciptakan kecemasan.  

Ada tiga pesan kunci yang dapat kita jadikan pegangan kita berjalan bersama Tuhan di sepanjang tahun 2026 dari perenungan atas Firman Tuhan dalam Matius 17:  

Pertama, Memprioritaskan Suara Tuhan (Ayat 5). 
 
Allah Bapa berfirman: "Inilah Anak yang Kukasihi... dengarkanlah Dia." a Kata "Dengarkanlah Dia" … merupakan kata kerja ἀκούετε (akouete), kata ini menggunakan  bentuk Present Imperative Active. Dalam bahasa Yunani, bentuk present imperative bukan sekadar perintah satu kali, melainkan perintah untuk melakukan sesuatu  secara terus-menerus sebagai sebuah kebiasaan. 

Di tahun 2026, di mana perhatian manusia menjadi komoditas yang diperebutkan oleh algoritma digital, "akouete" berarti sebuah pilihan sadar untuk terus-menerus menyetel telinga rohani kita pada frekuensi Kristus. Ini bukan hanya mendengar suara-Nya saat ibadah, tetapi menjadikan suara-Nya sebagai latar belakang (orientasi) dari setiap  
keputusan hidup kita. 

Kedua, Iman yang Bertindak di Tengah Krisis (Ayat 20). 
 
Ketika murid-murid gagal menyembuhkan anak yang sakit, Yesus menegur kurangnya iman mereka ὀλιγοπιστίαν (oligopistian - kurang percaya) dan memperkenalkan konsep iman sebesar κόκκον σινάπεως (kokkon sinapeōs) menekankan bahwa iman sebesar biji sesawi pun sanggup memindahkan gunung, yaitu Iman yang memiliki kualitas "organik".  Iman yang hidup, meskipun kecil, terhubung dengan sumber kehidupan (Allah), sehingga ia memiliki daya dorong untuk mengubah realita (memindahkan gunung krisis). 

Tahun 2026 mungkin menghadirkan "gunung-gunung" baru—baik itu tantangan ekonomi, kesehatan mental, atau krisis lingkungan. Tuhan tidak menuntut kita memiliki iman yang sempurna tanpa keraguan, tetapi Ia menuntut iman yang aktif. Jangan terpaku pada besarnya masalah, tetapi terpaku pada besarnya kuasa Tuhan yang bekerja melalui ketaatan kecil kita. 

Ketiga, Integritas sebagai anak Kerajaan sekaligus Warga Negara (Ayat 27). 

Kisah Yesus membayar pajak melalui koin di mulut ikan menunjukkan bahwa kerohanian tidak membebaskan kita dari tanggung jawab sosial. Di tengah dunia yang semakin individualis dan skeptis terhadap institusi, kita sebagai Anak-anak Kerajaan di tahun 2026 juga dipanggil untuk menjadi warga negara teladan. Integritas kita dalam hal-hal kecil—kejujuran dalam pekerjaan, ketaatan pada hukum, dan kepedulian terhadap lingkungan—adalah kesaksian paling nyata bahwa kita adalah murid Kristus. 

Aplikasi :  
Mari menjalani tahun 2026 dengan mata yang tertuju hanya kepada Yesus (Ayat 8), sehingga dalam setiap tantangan, kita tidak hanya bertahan, tetapi menjadi pembawa  terang bagi sesama, Amen. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. (JPT)

Share