Back   
IMAN ORANG BERDOSA
“Aku tahu, bahwa Tuhan telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu" (Yosua 2:9)
Ayat di atas adalah perkataan Rahab kepada dua orang pengintai Israel yang ditugaskan oleh Yosua untuk mengintai Yerikho sebelum merebutnya. Siapa Rahab? Alkitab menjelaskan statusnya sebagai perempuan sundal, predikat dan reputasi yang buruk di masyarakat. Namun dengan keberaniannya ia meloloskan kedua pengintai Israel dan bernegosiasi dengan mereka. Dia percaya bahwa Allah Israel akan menyerahkan negerinya ke tangan mereka, sebuah iman yang timbul dari seorang berdosa. Di kemudian hari Rahab beserta dengan keluarganya diselamatkan dan hidup di tengah-tengah bangsa Israel.
Iman Rahab tidak semerta-merta timbul pada saat itu melainkan melalui proses. Ia bersama dengan penduduk Yerikho telah mendengar perbuatan Allah Israel dalam menyertai perjalanan mereka, laut Teberau menjadi kering dan bangsa Israel berjalan melintasinya, mengalahkan raja Sihon dan Og, sehingga menyebabkan tawar hati dan patah semangat karena kebesaran Yahweh. Dari sini Rahab merenungkan peristiwa demi peristiwa dan imannyapun bertumbuh kepada Tuhan. Rahab memperoleh kasih karuniaNya karena imannya, walaupun hidupnya penuh dengan dosa namun Allah tetap menunjukkan kasih setianya.
Hidup kita pun tidak terlepas dari dosa, kejatuhan demi kejatuhan bisa saja terjadi namun semuanya itu tidak menghalangi kasih dan anugerahNya jika kita mau bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Pertobatan dan pertumbuhan iman memiliki peran penting dalam mengikut Tuhan. Jika iman tidak berproses untuk bertumbuh maka pertobatan hanya menjadi penyesalan sesaat. Karena itu bangun iman kita dengan fondasi yang kuat yaitu firman Tuhan yang dilakukan, melihat dan merenungkan perbuatan Tuhan dalam segala aspek kehidupan, Hal-hal tersebut akan menghidupkan iman kita sehingga ketika menghadapi tantangan maka benih firman Tuhan akan bekerja dengan cara-Nya.
Iman Rahab timbul ketika menyadari bahwa ia dan keluarganya akan musnah ditumpas karena negerinya akan diambil oleh bangsa Israel atas seijin Allah Israel. Dia memilih untuk percaya kepada-Nya dan diselamatkan, statusnya sebagai perempuan sundal yang berdosa tidak menghalangi kasih Allah bekerja dalam hidupnya. Bangunlah iman kita kepada Kristus tanpa kenal lelah, maka dosa kita yang telah ditebusNya bukan lagi menjadi penghalang bagi kasih anugerah-Nya. Iman adalah kunci untuk menerima uluran tangan kasih Allah. (AD)