Back   
BERIBADAHLAH DENGAN HORMAT, TAKUT DAN GENTAR
Mazmur 2 adalah mazmur Mesianik, yaitu mazmur yang berisi nubuatan tentang Mesias [Kristus] dalam peran-Nya sebagai Imam dan Raja]. Mazmur ini ditulis oleh Daud dan dikutip dalam Perjanjian Baru untuk menjelaskan kedudukan Yesus sebagai Tuhan yang diurapi-Nya, yang dampaknya menimbulkan perlawanan oleh para raja-raja dunia dan para pembesar-pembesarnya [Kisah Para Rasul 4:24-27]
Untuk mempermudah memahami bacaan kita hari ini maka Mazmur 2:1-12 akan dibagi menjadi 5 poin yaitu :
Poin pertama [ayat 1-3]. Dalam poin pertama ini menunjukkan bahwa raja-raja dunia bersiap-siap dan bersama para pembesarnya bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya, sebab mereka merasa pemerintahan Allah adalah pemerintahan yang membelenggu dan mengikat mereka. Inilah gambaran sebuah pemberontakan kepada otoritas Allah dan penolakan terhadap kepemimpinan Kristus secara masif dan terstruktur serta sistematis.
Nubuatan itu telah terbukti yaitu ketika Yesus lahir, maka Herodes [sang penguasa] ketika dia merasa ditipu orang-orang Majus maka dia membuat keputusan untuk membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun kebawah, dengan tujuan Yesus pun ikut terbunuh [Kis. 2:16].
Bahkan tidak sampai disitu, sampai hari ini para penguasa dunia dan para pembesar terus-menerus bermufakat, dengan berbagai-bagai cara dan strategi, mereka bersama-sama dan terus-menerus melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya.
Poin kedua [ayat 4-6]. Bagaimana respon Tuhan ketika raja-raja dunia dan para pembesar mereka bersama-sama mengadakan permufakatan melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya. Pemufakatan itu juga dikerjakan oleh penguasa dunia dengan segala kekuatannya sampai hari ini. Dia, yang bersemayam di sorga tertawa dan mengolok-olok mereka, dan berkatalah Ia dengan murka-Nya, yang mengejutkan dan dalam kehangatan amarah-Nya.
Poin ketiga [ayat 7-9]. Sebab Dia sendiri yang telah melantik-Nya: Anak-Ku, engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Dengan otoritas Allah, Dia menerima bangsa-bangsa sebagai pusaka dan Dia sendiri memberikan kuasa-Nya untuk menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.
Poin keempat [ayat 10-12]. Pada poin keempat ini merupakan peringatan dan ajakan supaya semua raja-raja bertindaklah bijaksana dan terimalah pengajaran-Nya. Beribadahlah kepada Tuhan dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan binasa di jalan.
Poin kelima adalah kesimpulan [ayat 12b]. Berbahagialah semua orang yang berlindung padaNya.
Dari kelima poin di atas, kita mengetahui dan memahami bahwa Pemerintahan Yesus Kristus Tuhan adalah pemerintahan Raja Yang Diurapi oleh Allah sendiri. Pemerintahan-Nya bukan pemerintahan yang berbentuk tirani, bukan pemerintahan yang membelenggu dan bukan pemerintahan yang mengikat dan melemahkan mereka, tetapi pemerintahan yang mendatangkan sukacita dan damai sejahtera.
Sebab dinyatakan dengan jelas lewat kelahiran-Nya, dan kematian-Nya serta kuasa kebangkitan-Nya membuat semua umat manusia yang percaya kepada-Nya telah dibebaskan dari belenggu dan ikatan-ikatan dosa.
Untuk itu marilah kita beribadah kepada-Nya dengan takut dan gentar dan ciumlah kaki-Nya [yang menandakan ada penundukan diri kita kepada otoritas-Nya]. Semua itu mewujudkan sikap yang rendah hati dan disertai hati yang mengasihi, serta menghormati Dia. Kita melakukan semua itu dengan cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut kepada-Nya.
AMIN, Tuhan Yesus memberkati. (SS)