Back   
SALING MENOPANG DI MASA SUKAR
(Keluaran 17:8-13)
Dalam perjalanan dari Mesir menuju tanah perjanjian, bangsa Israel diperhadapkan dengan orang-orang Amalek yang mendatangi mereka di lembah Rafidim untuk berperang. Dalam situasi dan kondisi yang seperti itu Musa sebagai pemimpin mengambil kebijakan strategis yaitu berbagi tugas bersama Yosua, Harun dan Hur.
Pertama, Yosua ditunjuk Musa untuk berada digaris depan bersama-sama orang-orang plihannya. Yosua taat melakukan seperti yang diperintahkan Musa kepadanya untuk berperang melawan orang Amalek [ayat 10].
Kedua, Musa naik kepuncak bukit untuk berdoa. Kemenangan Yosua dalam berperang dilembah Rafidim sangat tergantung kepada tangan Musa. Apabila tangan Musa diangkat keatas maka yang terjadi bangsa Israel lebih kuat, demikian sebaliknya jika tangan Musa turun, kuatlah Amalek [ayat 11].
Ketiga, Harun dan Hur hadir sebagai penopang [ayat 12]. Kita tahu Musa adalah pemimpin yang hebat dan kuat, tetapi tetaplah manusia biasa yang bisa mengalami kelelahan dan kelemahan. Harun dan Hur hadir sebagai penopang yang peka terhadap situasi dan kondisi yang sangat krusial, sehingga mereka mengambil batu untuk duduk Musa, Harun dan Hur menopang tangan Musa supaya tangan Musa tetap terangkat keatas sehingga matahari terbenam.
Keempat, dengan tangan Musa yang ditopang Harun dan Hur tetap terangkat sampai matahari terbenam akhirnya Yosua bersama orang-orang pilihannya mengalahkan Amalek dengan mata pedang [ayat 13].
APLIKASI :
Jujur, dalam perjalanan iman kita, sering kali tanpa kita undang datanglah permasalahan-permasalahan hidup yang berat dan sangat menekan. Tetapi kita boleh belajar kepada Musa bagaimana Musa membentuk tim dalam menghadapi musuh, sehingga mereka keluar sebagai pemenang.
Langkah pertama, jika diantara kita ada yang sedang menghadapi pergumulan yang sangat berat dan menekan, jangan malu kita sherkan apa yang menjadi pergumulan kita.
Mintalah dukungan doa dan penyemangat dari keluarga, kelompok komsel, atau dari gembala kita.
Langkah kedua, jika diantara kita ada yang kuat jadilah penopang seperti Harun dan Hur, hadir untuk menopang Musa, bukan untuk menghakimi.
Langkah ketiga, fokuslah kepada kemenangan. Ingat dalam Tubuh Kristus, kita memiliki kasih sebagai pengikat yang mempesatukan dan menyempurnakan [Kolose 3:14] sehingga akhirnya kita menjadi kuat untuk bersama-sama menghadapi pergumulan yang sedang terjadi. Dengan doa dan nasihat yang bersumber dari firman-Nya yang dilandasi kasih, kita dapat saling menguatkan dan saling menopang dimasa sukar yang akhirnya kita dimampukan olehNya keluar sebagai umat pemenang.
Percayalah ketika kita saling menopang, saling menguatkan seperti Musa, Harun dan Hur terhadap Yosua yang sedang digaris depan sedang berperang, maka kememenangan pertempurannya dengan orang-orang Amalek terjadi, demikian juga kita.
Di dalam persaudaraan dalam Kristus Yesus Tuhan, jika kita saling menopang, saling menguatkan dimasa sukar, maka kuasa-Nya bekerja dengan sempurna didalam kehidupan kita. Dengan demikian, kemenangan yang gemilang itu pasti menjadi milik kita bersama, AMIN. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. (SS)