preloader
  Back   

DIMULAI DARI IDE

"Enam perkara ini yang dibenci Tuhan, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hatiNya: hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan" (Amsal 6:16, 18) 

Amsal 6:16-19 berisikan perkara-perkara yang menjadi kekejian bagi Tuhan yaitu dosa-dosa yang menyakiti sesama. Pada ayat di atas menyoroti tentang hati yang membuat rencana-rencana yang jahat dan kemudian melaksanakan keinginan yang jahat itu. Semuanya dimulai dari pikiran lalu dikembangkan menjadi ide dan selanjutnya dibuahi menjadi perbuatan. Ide yang baik akan membangun hal-hal yang baik sedangkan ide yang jahat akan menghancurkan hal-hal baik yang telah dibangun. 

Kita melihat kembali kisah dari raja Daud yang membuat rencana yang jahat untuk membunuh Uria demi menutupi kebusukannya. Ia memulai dosanya dari sebuah ide yaitu memanggil Batsyeba karena ia melihatnya ketika sedang mandi dan berakhir dengan perzinahan. Buah dari perzinahan itu yaitu kehamilan Batsyeba dan hendak ditutupi oleh sang raja dengan mengatur strategi memanggil pulang suaminya yang sedang bertugas agar tidur dengan istrinya. Ternyata strategi ini tidak berhasil karena Uria menolaknya demi rasa tanggung jawab terhadap kewajibannya kepada negara , sebuah keputusan yang baik. Karena strategi ini tidak berhasil maka raja Daud timbul ide untuk membunuh Uria dengan cara yang licik. Uria mati, Tuhan pun marah kepada Daud, seorang yang dekat dengan Tuhan namun dapat tergelincir dalam dosa yang keji.  

Jika kita meninjau kembali peristiwa raja Daud dan Uria semuanya dimulai dari ide yang kemudian berkembang menjadi perbuatan. Kedekatan seseorang dengan Tuhan tidak menutup kemungkinan bisa jatuh, karena itu harus senantiasa waspada karena Iblis seperti singa yang mengaum-aum dan mencari kesempatan untuk menelan mangsanya. Manusia diperlengkapi oleh Tuhan dengan otak agar dapat berpikir dan menjadi kreatif sehingga dapat menjalankan kehidupannya dengan baik, namun karena dosa maka pikiran buruk pun dapat menguasai seseorang. 

Allah itu kasih, karena itu Ia menempatkan kasih di atas segala-galanya. Ia membenci perbuatan-perbuatan yang menyakiti sesama manusia. Berhati-hatilah dengan pikiran, isilah dengan firman Tuhan karena dari situlah akan diambil keputusan. Jauhilah rencana-rencana jahat dan hindarilah langkah  yang menuju kepada kejahatan. Mulailah segala sesuatu dengan ide yang membangun dan memuliakan Allah, dimana kasih menguasai hati dan pikiran kita. (AD)

Share