Back   
12 TAHUN PENDERITAAN, 1 DETIK PEMULIHAN
(Lukas 8:43-48)
Ada beberapa pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari kisah seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun ini.
Pertama, 12 tahun adalah waktu yang tidak sebentar. Sudah banyak sekali harta yang dikeluarkan agar dia dapat sembuh. Namun, kenyataan berkata lain, keadaannya justru semakin memburuk (Markus 5:26). Hal ini mengingatkan kita bahwa ada titik tertentu dalam hidup kita, di mana uang (harta), teknologi, koneksi manusia mencapai batasnya, namun tetap tidak ada jalan keluar dan justru memperburuk masalah yang ada. Hanya ada satu-satunya jalan dimana di situ ada kepastian jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi, yaitu datang kepada Tuhan Yesus Kristus.
Kedua, Tidak hanya dekat, dan tidak hanya sekadar menyentuh Tuhan Yesus, seperti yang dilakukan kebanyakan orang ketika sedang berdesak-desakan pada waktu itu (Lukas 8:45). Namun, perempuan ini menjamah jumbai jubah Tuhan Yesus dengan iman percayanya bahwa dia pasti disembuhkan. Dari sini dapat kita petik pelajaran bahwa banyak orang kristen yang "dekat" secara fisik dengan gereja, atau rutinitas agamawi, tetapi hanya mereka yang datang dengan kerinduan, ketulusan hati dan kasihnya yang sungguh-sungguh pada Tuhan Yesus sajalah yang akan mengalami transformasi nyata dalam hidupnya.
Ketiga, mengenai pemulihan total. Tuhan Yesus bisa saja membiarkan perempuan itu pergi begitu saja setelah disembuhkan. Namun tidak demikian, Tuhan Yesus ingin perempuan itu tampil dan memperlihatkan dirinya. Bukan untuk mempermalukannya, melainkan untuk memberikan pengakuan kepada publik atas imannya dan memastikan bahwa ia sembuh, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis dan sosial. Pemulihan yang Tuhan berikan adalah pemulihan total, Tuhan tidak setengah-setengah dalam mengerjakan sesuatu dalam hidup kita.
Perempuan ini mengajarkan kita bahwa ketika kita sudah sampai pada titik akhir kekuatan kita, saat itulah iman yang sekecil "jamahan pada jumbai" mampu menggerakkan kuasa Allah. Jangan putus asa, dan tetaplah berharap dengan penuh iman bahwa Tuhan Yesus Kristus sanggup memulihkan hidup kita secara penuh (totalitas), Amin.
Budayakan Membaca, Merenungkan dan Melakukan Firman Tuhan setiap hari [Yosua 1:8]. (DYTM)