preloader
  Back   

PERDANA MENTERI YANG BIJAKSANA

“Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.” (Ams 10:1).

Saya ragu kalau Anda belum pernah membaca atau mendengar kisah ini. Seorang ayah yang sangat mencintai anak laki-laki ingin memberikan yang terbaik bagi anak kesayangannya itu. Oleh sebab itu, segera setelah anaknya menikah, dia mewariskan rumah dan seluruh hartanya kepada anak dan menantunya. Namun, karena ada ketidakcocokan, ayah itu diusir dari rumahnya sendiri oleh sang anak.

Karena sudah tua dan tidak mampu bekerja lagi, sang ayah terpaksa mengemis di trotoar. Dia berusaha menyamarkan dirinya dengan pakai  pakaian lusuh dan topi. Meskipun begitu suatu kali ada seorang pengusaha yang mengenalnya. Dia melaporkan hal itu kepada Lee Kuan Yew. Perdana Menteri Singapura saat itu langsung membatalkan surat wasiat itu, merobek-robeknya, mengembaikan sang ayah ke rumahnya dan melarang anak serta menantunya memasuki rumah itu lagi.

Lalu tokoh utama di balik kesuksesan negara Singapura ini membuat dekrit yang isinya melarang orangtua mewariskan harta bendanya saat masih hidup. Dengan demikian, dia tidak ingin peristiwa anak durhaka ini terulang kembali.

Sobat bijak, bukankah kisah ‘Malin Kundang Singapura’ ini mengingatkan kita bahwa sebagai anak kita bukan hanya menghormati orangtua melainkan juga memastikan tidak membuat ortunya sedih. Kitab Amsal bahkan memberikan peringatan keras: “Mata yang mengolok-olok ayah, dan enggan mendengarkan ibu akan dipatuk gagak lembah dan dimakan anak rajawali” (Ams 30:17). 

Pelajaran utama apa yang bisa kita petik di sini. Pertama, ortu boleh saja mewariskan harta bendanya kepada sang anak hanya jika mereka sudah mengajarkan mental, spiritual dan budi pekerti yang baik agar anak-anaknya tidak melupakan jasa ortu yang membesarkannya. 

Kedua, anak tidak boleh  menelantarkan ortunya yang sudah tidak lagi produktif. Anak buah yang baik akan berusaha menjaga agar perusahaannya tetap tegak meskipun dihantam badai. Dia bukan tipe orang meninggalkan kapal saat kapalnya hampir karam. Sebaliknya, bos yang baik tidak membuang begitu saja karyawannya yang sudah tua dan kurang produktif, padahal dulunya dia mengabdi dan membela perusahaan dengan sepenuh hati. (XQP).

Doa:  Bapa, ketelandan yang ditunjukkan Lee Kuan Yew membuat namanya dikenal bukan saja sebagai PM yang hebat, tetapi juga negarawan teladan. Lewat Roh Kudus, tuntun hamba agar bisa menjadi seperti itu.

Share