preloader
  Back   

PADANG BELANTARA? SIAPA TAKUT?

"Kemudian, Yesus dipimpin oleh Roh ke padang belantara untuk dicobai oleh Iblis" (Matius 4:1--AYT)

Seringkali kita berpikir bahwa ketika kita hidup dalam ketaatan dan dipenuhi oleh Roh Kudus, jalan hidup kita ke depan akan selalu mulus, hijau, aman, tentram, tenang, semuanya pasti baik-baik saja, dan tidak ada kendala apa pun. Namun, ayat ini memberikan kejutan yang kontras. Segera setelah momen kemenangan spiritual di Sungai Yordan, di mana Allah Bapa menyatakan kasih-Nya kepada Tuhan Yesus, Roh Kudus sendirilah yang justru menuntun Tuhan Yesus ke padang belantara. 

Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari ayat diatas :

Yang Pertama, mengenai padang belantara. Padang belantara berbicara mengenai tempat di mana segala kenyamanan dan kenikmatan duniawi disingkirkan. Terkadang kita pun juga masuk ke "padang belantara" kita masing-masing, dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah dalam keluarga, pekerjaan, dsb. Jangan terburu-buru menyimpulkan, bahwa Tuhan jahat karena membiarkan kita mengalami semua itu. Sebab bisa jadi padang belantara yang kita alami adalah tempat pembentukan untuk menempa otot spiritual kita dan memastikan bahwa fondasi iman kita sudah cukup kuat untuk menopang berkat dan tanggung jawab yang akan Tuhan berikan di masa depan.

Tuhan Yesus sendiri berada di padang belantara bukan karena Dia bersalah, namun karena Dia sedang dipersiapkan. Dipersiapkan untuk apa? Untuk pelayanan yang jauh lebih besar. Sebab tanpa kemenangan di padang belantara, tidak akan ada kemenangan di kayu salib. Padang belantara adalah bukti bahwa Tuhan Yesus lebih mengasihi kehendak Bapa daripada kepuasan diri sendiri.

Yang kedua, dipimpin oleh Roh. Roh disini jelas sekali ditulis dengan awalan huruf besar, artinya itu adalah Roh Allah sendiri yang memimpin dan menuntun Tuhan Yesus masuk ke padang belantara untuk dicobai. Ujian atau pencobaan yang Tuhan Yesus alami, bukanlah sebuah kebetulan atau kecelakaan, namun Allah sendiri yang mengizinkan hal ini terjadi.

Iblis ingin kita jatuh, namun Allah ingin kita naik level. Jadi ketika kita merasa "dicobai" oleh berbagai keinginan daging atau tekanan hidup, ingatlah bahwa kita tidak berjalan sendirian. Sebab Roh yang memimpin Tuhan Yesus ke padang belantara adalah Roh yang sama yang tinggal di dalam hati setiap kita, orang percaya. Dia memberikan kekuatan untuk berkata "tidak" pada dosa dan memampukan kita untuk melewati "padang belantara" kita masing-masing.

Jika saat ini kita sedang berada dalam "padang belantara", jangan takut, jangan kuatir, jangan tawar hati, jangan patah semangat dan jangan pula sampai hilang pengharapan. Percayalah bahwa Tuhan Yesus Kristus pasti menyertai, melindungi, menjaga dan menguatkan setiap kita, anak-anakNya, untuk melewati padang belantara itu. Amin. 

Budayakan Membaca, Merenungkan dan Melakukan Firman Tuhan setiap hari [Yosua 1:8]. (DYTM)

Share