preloader
  Back   

MENGIKUT YESUS

"Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (Matius 16:24)

Setelah bertanya kepada murid-murid-Nya apa pendapat umum tentang Anak Manusia, Yesus kemudian melanjutkan dengan bertanya apa pendapat mereka tentang siapa Dia. Simon Pterus berkata bahwa Ia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Yesus pun memuji Simon dan bernubuat tentang dia. Selanjutnya Yesus mulai menyatakan kepada para murid-Nya tentang penderitaan yang akan dialami-Nya, bahwa Ia akan dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 

Yesus menyatakan bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia, karena kemauan sendiri bukan karena terpaksa dan dengan kesadaran penuh, maka ia harus menanggung konsekuensi yaitu menyangkal diri terlebih dahulu. Menyangkal diri berarti menanggalkan keegoisan, menolak kebiasaan buruk, perkataan jahat dan hawa nafsu yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Sebaliknya, kuta harus menempatkan kehendak Tuhan di atas kehendak sendiri, menolak dosa dan mengikuti pimpinan Roh Kudus. 

Setelah menyangkal diri maka ia harus memikul salibnya yaitu penderitaan yang akan mengikuti akibat dari penyangkalan diri. Salib yang dipikul merupakan proses yang menyakitkan secara fisik dan mental sampai akhirnya mati di atas kayu salib. Itu merupakan penghukuman yang paling hina. Semua ini Yesus lakukan untuk menebus kita manusia berdosa dari penghukuman kekal.  

Setelah itu, kita baru dapat mengikut Yesus, meneladani-Nya sebagai pedoman hidup menjadi murid Kristus.

Di dalam kehidupan setiap hari kita diperhadapkan dengan konsekuensi sebagai murid Kristus. Prinsip-prinsip yang diterapkan oleh dunia seringkali bertentangan dengan iman Kristen. Keputusan ada di tangan kita, apakah kita mau menyangkal diri dengan menolak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan? Ketika menyangkal diri, kita dapat alami penderitaan berupa penolakan, diasingkan bahkan disingkirkan sebagai bentuk dari salib yang harus kita pikul. 

Atau sebaliknya, kita lebih memilih kompromi dengan dunia ini? Kedalaman hubungan kita dengan Tuhan yang akan menentukan keputusan yang akan diambil. Karena itu bangunlah hubungan yang intim dengan Tuhan yang harus dibangun hari lepas hari agar kuat dan kokoh, jangan membuka celah yang dapat membuat Iblis mencengkeram dan mengoyakkan iman kita. 

Mengikut Yesus adalah sebuah keputusan yang diambil secara sadar, bukan paksaan. Kasihlah yang mendasarinya karena Ia terlebih dahulu mengasihi kita tanpa syarat. Mengikut Yesus ada harga yang harus dibayar, namun harga itu tak sebanding dengan jaminan keselamatan kekal yang dianugerahkanNya. (AD)

Share