Back   
KONSEKUENSI
"Hukuman bagi si pencemooh tersedia dan pukulan bagi punggung orang bebal" (Amsal 19:29)
Segala sesuatu yang dilakukan pasti ada konsekuensinya, tabur tuai. Yang kita alami hari ini adalah hasil dari perbuatan di masa lalu. Ayat di atas memiliki konteks dalam hal mendidik anak. Dalam hal ini peranan orang tua sangat penting. Pendidikan anak harus dimulai sejak dini agar tidak terlambat, pembentukan karakter mereka jangan sampai tidak dilakukan oleh orang tua sebagai pemegang tanggung jawab yang Tuhan beri.
Mendidik anak diperlukan hikmat Tuhan agar dapat membentuk mereka menjadi pribadi yang memiliki karakter Ilahi sebagai standar dan dalam prosesnya banyak faktor yang ikut mempengaruhi. Setiap anak memiliki perangai yang berbeda, bila anak mudah diarahkan, dinasihati, diajar maka ini adalah hal yang baik. Namun, ada juga anak yang suka membangkang, keras kepala. Menghadapi anak yang demikian maka orang tua juga harus tega untuk mendisiplin. Janganlah hal-hal kecil yang merupakan bibit dari kejahatan ditoleransi hanya karena orang tua tidak tega. Ketika menemukan hal-hal yang tidak benar segeralah luruskan. Walaupun disertai dengan tangisan sang anak orang tua harus berani tegas. Ilalang atau rumput liar lebih mudah dibersihkan ketika ia baru bertumbuh daripada setelah menjadi besar karena akan merusak rumput yang asli. Anak yang didisiplin oleh orang tua lebih baik daripada setelah dewasa nanti mendapatkan hukuman dari pihak yang berwenang karena kesalahan yang diperbuat.
Tentunya orang tua juga tidak boleh sembarangan memperlakukan anaknya ketika mendidk. Kasih dan disiplin harus diterapkan secara bersama dan seimbang agar tidak timbul kepahitan atau malah menjadi manja karena tidak pernah didisplinkan. Tujuan dari semua ini adalah agar anak menerima konsekuensi yang baik ketika terjun ke dalam masyarakat. Mereka tidak akan menjadi pencemooh yaitu orang yang angkuh, sombong dan tidak mau diajar. Atau yang meremehkan hikmat serta kebenaran Allah karena akan mendapatkan hukuman akibat perbuatan itu. Mereka juga tidak akan menjadi orang bebal karena akan menerima pukulan pada punggung mereka, artinya hukuman oleh masyarakat.
Didiklah anak-anak sejak mereka masih muda (kecil) di dalam takut akan Tuhan, mencintai Firman-Nya dan taat melakukannya agar mereka hidup di dalam kebaikan. Dan jangan lupa sebagai orang tua jadilah teladan yang baik, sehingga pada waktu proses pendidikan dijalankan hati anak-anak terbuka karena melihat orang tua sudah menjadi contoh terlebih dahulu. (AD)